• Jelajahi

    Copyright © SoloDaily.Id - Spirit Perubahan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Aniaya Wartawan, Oknum TNI Di Meja Hijaukan Ke Pengadilan Militer

    Redaksi
    Kamis, 11 Juli 2019, 00.49.00 WIB Last Updated 2019-07-10T17:49:09Z
      Aniaya Wartawan, Oknum TNI Di Meja Hijaukan Ke Pengadilan Militer

    SoloDaily.Id ■ Setelah dua tahun lebih ditangani oleh penyidik Polisi Militer, kasus penganiayaan wartawan media online akhirnya disidangkan, pada Rabu 10 July 2019.

    Sidang perdana dalam kasus penganiayaan yang di lakukan oleh Pratu Resbin kepada salah seorang wartawan media online di hadiri oleh berbagai media dan saksi yang sekaligus juga terdakwa.

    Perlu diketahui, bahwa korban Leo sembiring (29) mendapatkan penganiayaan oleh adik iparnya Pratu Resbin pada tangal 24 September 2016 sekitar pukul 01.30 pagi dini hari tepatnya dua tahun yang lalu, dimana terdakwa Resbin sihotang yang dulunya anggota Yonzipur 17 mulawarman datang ke kediaman Leo Sembiring dan langsung masuk ke kamar tidurnya.

    Usai melakukan penganiayaan terhadap leo sembiring, terdawa juga sempat mengancam menggunakan sebilah pisau berupa sangkur kepada korban dimana pada saat itu anak anak korban menjerit ketakutan karena melihat ayahnya dianiaya oleh Resbin, saking takutnya terhadap aksi brutal Pratu Resbin Sihotang tersebut, Leo pun berontak dan berlari menyelamatkan diri.

    Setelah menghubungi pihak keluarganya, Leo pun kembali mendatangi kediaman yang di Jalan Pertanen Desa Tuntungan, Kecamatan Pancur Batu, namun situasi semakin memanas dan tak terkendali dikarenakan Pratu Resbin sihotang yang datang bersama tiga orang saudaranya Rumpun Sihotang yang juga pecatan dari Yonkav 6 Medan dan Timbul semakin mengganas.

    Melihat situasi yang tidak kharuan Leo pun akhirnya memilih untuk pergi melaporkan kejadian tersebut ke Denpom 1/5 Medan dan diarahkan melakukan visum ke rumah sakit terdekat .

    Setelah selesai melakukan visum di rumah sakit Peringadi Medan, Leo akhirnya kembali ke kediamannya di Desa Tuntungan, namun dirinya sangat sedih ketika kembali ke kediamannya , dia tidak lagi melihat istri dan 3 orang anaknya yang masih balita, ungkap Leo Sembiring (Korban) .

    Dalam sidang yang di pimpin oleh Hakim ketua Letkol Chk Agus Husin, SH, MH , Hàkim angota 1 letkol Chk Sahrul , SH, Hakim anggota 2 Mayor chk JM Siahaan ,SH , Panitra Peltu Ribut Budi Santoso, Hadir juga dari Oditur militer Mayor Darwin Hutahayan ,SH

    Majelis hakim Letkol Chk Agus Husein ,SH, MH mengatakan bahwa persidangan ditunda dan di lanjutkan pada tanggal 18 July 2019 dalam agenda menunjukan bukti bukti ke dalam persidangan.

    Usai menjalani sidang, saat kami konfirmasi langsung, Leo mengatakan bahwa, dirinya sudah tidak tahu dimana keberadaan anak anaknya setelah pada malam kejadian itu dibawa oleh terdakwa pergi dari rumahnya.

    Kepada awak media, dirinya juga akan melaporkan kasus ini ke Komnas Perlindungan Anak untuk mengusut tuntas dimana keberadaan anak-anaknya saat ini.

    “Sudah tiga tahun kami pisah Bang, saya tidak tahu dimana mereka," katanya.

    Dalam persidangan tadi, dihadirkan 4 saksi yakni Leo Selaku Korban , Sulaiman , Benny , Kopda Nikmat keterangan saksi dipersidangan diduga dibantah terdakwa Pratu R.Sihotang.

    Usai Sidang Pratu Resbin Sihotang menolak saat akan di konfirmasi oleh beberapa awak media terkait sidang yang ia jalani.

    ( Rilis )
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    Loading...
    Loading...

    SOLO RAYA

    +