• Jelajahi

    Copyright © SoloDaily.Id - Spirit Perubahan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Abad 21

    Redaksi
    Rabu, 10 Juli 2019, 23.23.00 WIB Last Updated 2019-07-10T16:23:50Z
      Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Abad 21

    Abad 21 adalah abad informasi, abad 21 adalah abad dimana penemuan-penemuan baru dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang pesat, abad 21 adalah abad di mana manusia akan bekerja untuk berkolaborasi dengan mensin pintar dan robot.

    Perubahan-perubahan terjadi luar biasa begitu cepat. Perubahan yang terjadi begitu cepat akan mempengaruhi kinerja manajemen perusahaan. Perusahaan harus cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada di dunia ini. Yang menjadi pertanyaan apakah setiap perusahaan telah siap melakukan perubahan?

    Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat umum sering kita dengar. Tetapi pada tahap implementasi memerlukan perencanaan yang matang, harus bekerja keras untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang selama ini terjadi, up date teknologi terbaru yang dibutuhkan oleh perusahaan. Jika anda bertanya kepada para manajer saat ini tanyalah dengan pertanyaan apa masalah yang terberat dalam organisasi perusahaan anda? Jawabannya adalah bagaimana mengelola SDM yang baik. Banyak para manajer saat ini khawatir jika SDM yang ada di perusahaan tidak mampu mengimplementasikan perubahan yang bergerak begitu cepat.

    Ini adalah perubahan dan juga berbicara mengenai persaingan. Jawabannya hanya dua: Anda unggul atau Anda hancur. Oleh karena itu manajemen personalia harus dibenahi kinerja mereka. Kita banyak membahas mengenai sistem seleksi untuk mendapatkan karyawan yang terbaik, pengembangan SDM melalui training, kompensasi gaji yang disesuaikan dengan profesionalisme dari para pegawai, kenaikan dan promosi jabatan. Dalam sebuah perusahaan kegiatan-kegiatan itu adalah pokok pekerjaan setiap manajer dan mengelola SDM adalah unsur dasar semua organisasi.

    Pengelolaan SDM itu telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Jika dulu untuk mendapatkan para ahli militer dan juga ahli perdagangan di era masa kerajaan. Seorang raja harus mengangkat orang-orang tertentu dan juga terdekat. Jadi bicara loyalitas kepada raja untuk mempertahankan kekuasaannya. Kelemahannya jika seorang raja salah merekrut orang-orang tersebut hanya karena masih dalam lingkungan kekuasaan maka kerajaan akan hancur. Di masa sekarang yaitu pada abad ke 21, jika seorang manajer tidak jeli dalam mengembangkan orang-orant kreatif dan berbakat maka mereka bisa dengan mudah keluar dari perusahaan dan mencari perusahaan baru yang lebih mengerti mengenai tingkat profesionalisme mereka.

    Pengelolaan SDM pada abad 21 adalah lebih menantang dan lebih kompleks karena kita hidup pada dunia global dan semua orang terhubung dengan teknologi informasi sebagai media untuk bekerja dan berkarya.

    Tantangan-tantangan dari sebuah perusahaan pada abad 21 adalah:

    1.Kemajuan akan semakin kompleks karena kita menghadapi kemajuan teknologi.

    2. Kita harus melihat banyak peraturan-peraturan yang di buat oleh pemerintah.

    3. Kita harus mengadopsi teknologi Going Green di tempat kerja kita sebagai rasa tanggung jawab kepada pelestarian lingkungan hidup.
    4. Persaingan global yang begitu sengit dan brutal.

    5. Perekrutan SDM bukan hanya antar perusahaan dalam negeri tetapi sudah antar negara.

    6. Tingkat pendidikan karyawan yang semakin tinggi.

    7. Lonjakan kenaikan biaya operasional perusahaan yang menyebabkan perusahaan harus melakukan efisiensi di semua departemen.

    Saat ini para manajer harus fokus bagaimana untuk menciptakan pengembangan organisasi perusahaan dan meningkatkan level kinerja karyawan dalam hal skill atau keterampilan di tempat kerja. Tugas dari para manajer:

    1. Bagaimana manajer mempunyai kemampuan untuk merancang dan mengorganisasikan pekerjaan dan mengalokasikannya kepada karyawan.

    2. Bagaimana kemampuan manajer mampu untuk merancang, menseleksi, melatih dan mengelola sumber daya manusia secara efektif untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan.

    3. Bagaimana manajer mampu untuk menciptakan kondisi lingkungan bekerja yang membuat karyawan betah dan puas.

    4. Manajer harus mampu memberi wewenang atau pendelegasian pekerjaan kepada departemen personalia untuk mengembangkan organisasi perusahaan dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan karir karyawan, sistem pemberian kompensasi kepada karyawan, membangun hubungan yang baik dengan serikat buruh sehingga mampu menciptakan dialog.

    5. Manajer harus menciptakan dan mengembangkan efektivitas dan efisiensi kerja bagi para karyawan dan mengembangkan kemampuan untuk mengelola sumber daya manusia dalam organisasi perusahaan.

    Banyak yang harus dilakukan oleh para manajer dalam melakukan evaluasi dalam pengembangan kinerja perusahaan. Menurut salah satu ahli manajemen yaitu Mary Parker Fillet yang mendefinisikan peran manajemen yang mengandung arti bahwa para manajer dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui peraturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan atau dengan kata lain dengan tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

    Tugas manajer dalam hal pengembangan sumber daya manusia harus fokus kepada penyusunan tugas dari pengembangan departemen personalia dalam hal mencari pegawai yang mempunyai talenta dan kinerja yang baik, pengembangan kemampuan skill atau keterampilan karyawan, pemberian kompensasi dan penilaian prestasi kerja.

    Apa yang dimaksud dengan manajemen personalia. Menurut Edwin B. Filippo manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat. Dari definisi tersebut bisa dilihat ada penggabungan fungsi-fungsi manajemen dan fungsi-fungsi operasional di bidang manajemen personalia. Di kutip dari Edwin B. Filippo, Personel Management, McGraw-Hill, Inc, Singapore, 1980, halaman 5.

    Jadi manajer harus paham mengenai sumber daya manusia. Definisi yang sederhana adalah sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan-tujuan individu dan organisasi.
    Manajemen personalia mempunyai tugas untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam organisasi sehingga dapat mencapai keberhasilan dalam bekerja secara efektif. Studi mengenai manajemen personalia dalam organisasi perusahaan bagaimana melihat peran perusahaan dalam mengembangkan SDM. Jadi perusahaan harus mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas) yang tepat.

    Salah satu tugas yang bisa dilakukan oleh seorang manajer dan memberikan dukungan kepada departemen personalia adalah Melikan evaluasi kinerja kepada semua karyawan dari semua tingkat jabatan dan semua departemen. Evaluasi kinerja (Performance Appraisals) sering menjadi hal yang menakutkan kepada karyawan karena hasilnya akan berpengaruh langsung kepada karir dan gaji yang diberikan perusahaan kepada mereka. Bahwa evaluasi itu adalah hal yang umum digunakan dan hampir semua perusahaan menggunakannya dimana-mana karena penting sekali untuk mengetahui kemampuan karyawan dalam bekerja.

    Bahkan evaluasi kerja juga berlaku di perusahaan mana saja. Jika anda saat ini bekerja di sebuah restoran maka manajemen akan melakukan evaluasi kinerja seperti pelayanan restoran, kualitas makanan yang disajikan kepada tamu restoran, harga jual makanan, supplai bahan makanan ke restoran apakah lancar atau tidak, pengiriman bahan makanan apakah tepat waktu atau tidak dan masih banyak sekali indikator lainnya.

    Kata Appraisals berasal dari bahasa latin yaitu Appraisals yang berarti menetapkan harga atau nilai. Jadi tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas kinerja. Jadi ada dua hal yang harus diperhatikan evaluasi kinerja adalah untuk meningkatkan karir dan juga kompensasi gaji yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan.

    Dalam melihat sejarah kompensasi gaji hal ini mulai marak sekitar tahun 1980-an ketika perusahaan mempunyai inisiatif untuk memberikan penghargaan-penghargaan formal kepada karyawan. Perusahaan menginginkan para karyawan merasa diperhatikan oleh perusahaan dengan satu syarat yaitu mereka memberikan prestasi kerja kepada karyawan. Oleh karena itu perkembangan untuk membuat dan menyusun evaluasi kinerja semakin canggih dan diperbaiki terus dari tahun ke tahun.

    Perusahaan mempunyai kewajiban untuk melakukannya untuk melihat kinerja para karyawannya sebagai peningkatan penghargaan kerja.

    Oleh: Septo Indarto


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    Loading...
    Loading...

    SOLO RAYA

    +