KPU Solo: Pilwalkot Solo 2020 Telan Biaya Rp 17,8 Miliar

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

KPU Solo: Pilwalkot Solo 2020 Telan Biaya Rp 17,8 Miliar

Solo Daily
Rabu, 11 September 2019
  KPU Solo: Pilwalkot Solo 2020 Telan Biaya Rp 17,8 Miliar

SOLODAILY.ID ■ Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo membutuhkan dana sebesar Rp 17,8 miliar untuk menggelar Pemilihan Wali Kota Solo (Pilwalkot) tahun 2020 mendatang.

Berdasarkan hasil pembahasan anggaran pemilihan kepala daerah yang disusun KPU Kota Solo bersama Pemkot Solo, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai 15 tahapan Pilwalkot mulai dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan.

Komisioner Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kota Solo, Kajad Pamuji Joko W, mengungkapkan, pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Pemkot Solo dalam menyusun anggaran pelaksanaan Pilwalkot.

Besarnya anggaran yang disepakati untuk biaya 15 tahapan Pilwalkot 2020 senilai Rp 17,8 miliar.

“Anggaran pemilihan kepala daerah sebesar itu untuk membiayai beberapa tahapan, mulai dari tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan,” kata Kajad Pamuji kepada wartawan di Kantor KPU Kota Solo, Selasa (10/9/2019).

Menyinggung naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), Kajad Pemuji menyatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2019. Permendagri tersebut mengatur tentang NPHD untuk hibah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang pencairannya terbagi dalam tiga termin, yaitu termin pertama sebesar 40 persen, termin kedua 50 persen dan termin ketiga sebesar 10 persen.

"Hibah termin pertama sebesar 40 persen yang nilainya sekitar Rp 7 miliar, diharapkan bisa cair 14 hari setelah NPHD ditandatangani. Penandatanganan NPHD antara KPU dengan pemerintah daerah diperkirakan dilaksanakan 1 Oktober 2019,” jelasnya.

Termin kedua dana hibah untuk penyelenggaraan Pilwalkot 2020 sebesar 50 persen sebesar Rp 8,9 miliar, sambungnya, akan dilaksanakan sekitar 4 bulan sebelum hari pemungutan suara yaitu 23 Mei 2020. Sedangkan realisasi hibah termin ketiga sebesar 10 persen atau senilai Rp 1,7 miliar, dilaksanakan sebulan sebelum pemungutan suara pada 23 Agustus 2020.

Komisioner KPU Kota Solo itu menyatakan, pihaknya akan melaksanakan tahapan Pilwalkot dengan dana hibah yang akan dicairkan dalam tiga termin tersebut. KPU juga sudah menjalin komunikasi dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang akan mengalokasikan anggaran Pilwalkot dalam APBD Pemkot Solo.

Dia tidak bisa memastikan, apakah anggaran Pilwalkot sebesar Rp 17,8 miliar akan dialokasikan dalam APBD perubahan 2019 atau APBD murni 2020. Alasannya karena pengajuan APBD merupakan ranah Pemkot Solo.

Kajad Pamuji menambahkan, anggaran Pilwalkot sebesar Rp17,8 miliar tersebut diasumsikan untuk membiayai tiga pasang calon yang akan memperebutkan kursi AD-1.

Merujuk pada perolehan kursi DPRD Solo periode 2019-2024, dia memperkirakan kemungkinan akan muncul dua pasang calon dari Parpol atau koalisi Parpol, serta satu calon dari jalur perorangan.