SPKKL Kupang Perkenalkan Bakamla dalam Sosialisasi Aplikasi MOKE di Maumere

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

SPKKL Kupang Perkenalkan Bakamla dalam Sosialisasi Aplikasi MOKE di Maumere

Solo Daily
Jumat, 27 September 2019
  SPKKL Kupang Perkenalkan Bakamla dalam Sosialisasi Aplikasi MOKE di Maumere

SOLODAILY.ID ■ Kerja sama Bakamla RI melalui SPKKL Kupang dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere terus berlanjut. Hal ini dibuktikan dengan Kepala Urusan TU SPKKL Kupang Lettu Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom.,M.M., menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Aplikasi MOKE (Maumere On Keimigrasian) di salah satu hotel Kupang kemarin.

Kepala Kantor Imigrasi kelas II TPI Maumere Vincentius Hendratmoko dalam sambutannya mengatakan bahwa Aplikasi MOKE merupakan kerjasama antara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere dan SPKKL Kupang. Aplikasi MOKE dibangun dengan tujuan sebagai alat bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata untuk membantu imigrasi Maumere dalam melakukan pengawasan keimigrasian di Kabupaten Sikka.

Hendratmoko melanjutkan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere dan SPKKL Kupang juga telah melaksanakan amanat dalam Permenkumham Nomor 50 Tahun 2016 tentang Tim Pengawasan Orang Asing yaitu pertukaran informasi tentang Kapal Asing yang masuk ke Maumere.

Dalam paparannya Kaur. TU SPKKL Kupang Lettu Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom.,M.M., memperkenalkan Bakamla RI dengan menjelaskan dasar hukum terbentuknya Bakamla, tugas, fungsi dan wewenang Bakamla. Antusiasme para peserta kegiatan tampak terlihat dengan banyaknya diskusi, dimana para pelaku usaha menyampaikan keluhan wisatawan asing yang merasa terganggu saat sedang melakukan snorkeling atau diving karena sering mendengar bunyi pemboman ikan.

Selain itu, banyak kapal asing maupun kapal local yang secara sengaja lego jangkar pada spot-spot diving, sehingga merusak terumbu karang. Masalah sampah dari kapal yang dibuang ke laut juga masuk dalam keluhan pelaku usaha pariwisata. Mereka berharap Bakamla bisa hadir di Maumere karena laut Maumere merupakan pintu masuk wisatawan asing ke pulau Flores dan memiliki kekayaan tak ternilai yang harus dijaga.

Diakhir paparannya, Lettu Yeanry memberikan nomor call center Bakamla dan nomor whatsapp puskodal agar masyarakat dan pelaku usaha dapat melapor apabila melihat atau mengalami kejadian pelanggaran di laut Maumere.

Hadir dalam Kegiatan tersebut sebagai peserta yaitu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Para camat-sekabupaten Sikka, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Sikka, para pelaku usaha pariwisata se-kabupaten Sikka dan Analis Keimigrasian Ahli Pertama Agape Y.J. Selly.

■ R-01/Bakamla