Ketua MPR Minta Presiden Lebih Sensitif Terhadap Aspirasi Rakyat

Iklan Semua Halaman

Loading...

Header Menu

Ketua MPR Minta Presiden Lebih Sensitif Terhadap Aspirasi Rakyat

Solo Daily
Minggu, 06 Oktober 2019
  Ketua MPR Minta Presiden Lebih Sensitif Terhadap Aspirasi Rakyat

SOLODAILY.ID ■ Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan bahwa ragam persoalan yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat akhir-akhir ini secara tidak langsung menjadi masukan bagi Pemerintahan baru periode 2019-2024.

Termasuk juga masukan bagi legislatif masa bakti 2019-2024. Maka, ia meminta presiden lebih sensitif terhadap permasalahan.

“Itu menjadi bukti bahwa masyarakat semakin cerdas dan kritis, sehingga presiden dan para pembantunya dituntut memiliki sensitivitas yang tinggi serta sigap merespons aspirasi masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Minggu (06/09/2019).

Bambang menekankan bahwa tuntutan itu tak hanya dialamatkan kepada presiden dan para menteri, tetapi juga ditujukan kepada DPR RI, MPR RI, serta DPD RI. Para legislator dan senator diminta semakin pro aktif menyerap aspirasi masyarakat di semua daerah.

“Penyerapan aspirasi atau permasalahan itu kemudian dikomunikasikan dan dicarikan jalan keluarnya dengan pemerintah melalui setiap kementerian sesuai konteks persoalannya,” katanya.

Menurutnya, hasil kerja nyata pemerintah dan parlemen masa bakti terdahulu harus lebih ditingkatkan. Berbagai rangkaian unjuk rasa dan ledakan beberapa peristiwa, baik di Papua maupun beberapa kota di Jawa dan Sulawesi harus menjadi renungan kita.

“Rangkaian pesan dari unjuk rasa dan peristiwa itu secara tidak langsung menjadi masukan bagi pemerintah baru nantinya, dan juga masukan bagi DPR, MPR dan DPD,” tuturnya.

Konsekuensinya, lanjut Bambang, Presiden terpilih Joko Widodo bersama Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin harus memilih menteri yang tidak sekadar pekerja keras seperti periode sebelumnya, tetapi juga sosok menteri yang responsif terhadap aspirasi masyarakat di semua daerah.

“Aspirasi dan ketidakpuasan antara daerah yang satu dengan lainnya pasti tidak sama, karena karakter daerah dan masyarakat Indonesia memang berbeda-beda,” pungkasnya.