• Jelajahi

    Copyright © SoloDaily.Id - Spirit Perubahan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sebaik-baik Penguasa Adalah yang Kita Cintai dan Dia Mencintai Kita

    Redaksi
    Kamis, 03 Oktober 2019, 10.24.00 WIB Last Updated 2019-10-03T03:24:12Z
    Sebaik-baik Penguasa Adalah yang Kita Cintai dan Dia Mencintai Kita

    Sulit untuk tidak memberikan prasangka, bahwa syahwat kekuasaanlah yang lebih nyata dari segala-galanya. Bahwa tahta dan jabatan, itu yang jadi pertimbangan utama.

    Kok bisa unjuk rasa, aksi, demo atau apalah namanya, yang sebenarnya hanya keinginan diperhatikan penguasa, lebih heboh pengamanannya dibanding pembunuhan massal?

    Di Wamena, Papua, kita mendengar dan melihat melalui media sosial, keadaan yang sangat mencekam, pembakaran, pembunuhan, pembantaian, makar dan pemberontakan.

    Tapi kita tak melihat tank dan pesawat tempur, lengkap dengan tentara dan aparat bersenjata yang seserius di ibukota, atau penanganan se-“kejam” di ibukota.

    Padahal di sana, mereka bersenjata, dari panah, tombak, parang, hingga senjata api. Membantai mulai dari ojek hingga dokter, sadis dan brutal sejadi-jadinya.

    Disini, hanya anak-anak STM yang khawatir bukunya basah, remaja yang terganggu sensitifitas keadilannya. Dan kakak-kakak mahasiswa mereka yang ingin berdiskusi.

    Mereka tak membawa senjata kecuali kata, tak ingin lakukan kekerasan selain sumbang pikiran. Tapi sekali lagi, ini semua dihadapi penguasa seperti level perang dunia.

    Entah kemana yang teriak NKRI harga mati, Jangan Suriahkan Indonesia, Muslim itu sebab radikal dan Intoleransi, Begitu soal Papua, semua diam tak Bicara.

    Kini semua tau, radikalisme, intoleransi, ekstrimisme, terorisme dan semacamnya, hanya jualan orang-orang tertentu, untuk menyembunyikan kejahatan mereka.

    Sekarang semua juga tahu, hanya Islam yang serius dalam menata kemanusiaan, persatuan, kepemimpinan, dan juga keadilan sosiall, sebab Islam itu rahmat.

    Benarlah Rasulullah, sebaik-baik penguasa adalah yang kita cintai dan dia mencintai kita. Bukan yang mengorbankan, atau mendiamkan korban, dan lebih khawatir tahtanya.

    Demi Tahta Kekuasaan

    Oleh : Felix Siauw


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    Loading...
    Loading...

    SOLO RAYA

    +